
Tiko dan Rahasia Malam Sulawesi
Petualangan tarsius kecil mengenal hutan malam dan rumah alaminya
Usia 6–10 tahun · 4 menit · 15 adegan
Senja di Sulawesi

Senja turun di Sulawesi. Tiko mengintip dari rongga pohon.
Mata yang melihat malam

Malam tiba. Mata besar Tiko membantu melihat di antara daun.
Suara kecil di daun

Daun berdesir. Tiko mendengar serangga kecil bergerak.
Lompatan jauh

Sekali loncat, Tiko berpindah ke batang pohon berikutnya.
Santap malam Tiko

Tiko menangkap ngengat kecil. Serangga menjadi makanan tarsius.
Mengejar ngengat

Ngengat lain terbang. Tiko mengikutinya di antara daun.
Saling menyapa

Dari dahan lain, terdengar panggilan. Tiko membalas suaranya.
Menjelajah kanopi

Tiko melompat dari pohon ke pohon mencari serangga.
Pulang sebelum pagi

Sebelum pagi, Tiko kembali ke rongga pohon yang teduh.
Hutan bangun, Tiko tidur

Matahari terbit. Tiko beristirahat, sementara hutan mulai ramai.
Rumah dalam batang dan akar

Rongga batang dan sela akar menjadi tempat berlindung tarsius.
Hutan yang perlu dijaga

Hutan yang berkurang membuat tempat tinggal satwa semakin sempit.
Mengamati tanpa mengganggu

Penjaga hutan mengamati Tiko dari kejauhan, tanpa mengganggunya.
Belajar menjaga satwa

Anak belajar: amati satwa liar, jangan menangkap atau memberi makan.
Malam berikutnya

Malam berikutnya, Tiko menjelajah hutan Sulawesi yang terjaga.
Pesan dan fakta cerita
Tarsius Sulawesi aktif pada malam hari, memiliki mata besar, dan berpindah dengan melompat di antara pohon. Tarsius memakan serangga serta berlindung di rongga pohon atau sela akar.
Sumber: Balai Taman Nasional Bunaken — Tarsius · Pusat Studi Satwa Primata IPB — Habitat, pakan, dan sarang tarsius