Sampul cerita Lulu dan Hutan yang Bertumbuh

Lulu dan Hutan yang Bertumbuh

Cerita orangutan Kalimantan tentang rumah, buah, dan kehidupan yang saling terhubung

Usia 6–10 tahun · 6 menit · 10 adegan

Pagi di atas pepohonan

Lulu, anak orangutan Kalimantan berbulu jingga, duduk dekat ibunya di cabang pohon saat matahari terbit.

Pagi datang perlahan di hutan Kalimantan. Kabut tipis melayang di antara pohon-pohon tinggi. Lulu, anak orangutan berbulu jingga, memeluk lengan Ibu sambil mengintip burung enggang yang terbang jauh. “Hutan ini rumah bagi banyak makhluk,” kata Ibu. Lulu memandang daun yang berkilau dan ingin mengenal rumahnya lebih jauh.

Belajar di tajuk hutan

Ibu orangutan menunjukkan cabang yang kuat sementara Lulu belajar bergerak di antara pepohonan.

“Pegang cabang yang kuat dan lihat dulu sebelum melangkah,” ujar Ibu. Dengan lengan panjangnya, Lulu berayun pelan dari satu cabang ke cabang lain. Dari atas, ia melihat hutan seperti lautan hijau yang bergelombang. Orangutan banyak hidup dan mencari makan di pepohonan, jadi cabang-cabang itu adalah jalan sekaligus rumah mereka.

Sarang baru sebelum malam

Saat senja, Ibu orangutan dan Lulu merangkai ranting serta daun menjadi sarang di pohon.

Ketika langit berubah jingga, Ibu mulai merangkai ranting dan daun di percabangan pohon. Lulu membantu memilih daun yang lebar. Mereka membuat sarang yang nyaman untuk malam itu. Orangutan biasanya membangun sarang baru untuk tidur, bukan tinggal di satu rumah tetap.

Pohon buah yang ramai

Lulu menemukan buah ara matang di pohon, sementara burung enggang bertengger tak jauh darinya.

Keesokan harinya, aroma manis menuntun Lulu ke pohon ara. Buah-buah matang bergelantungan di antara daun. Ibu mengingatkan bahwa buah adalah makanan penting bagi orangutan, meski mereka juga memakan daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya. Seekor burung enggang ikut singgah di dahan sebelah.

Hadiah kecil dari buah

Biji dari buah yang dimakan Lulu jatuh ke tanah hutan dan mulai tumbuh menjadi kecambah kecil.

Lulu menikmati buah ara yang lembut. Biji kecil di dalam buah ikut tertelan. Jauh dari pohon induknya, biji-biji itu dapat keluar bersama kotoran dan jatuh ke tanah. “Sebagian biji bisa tumbuh menjadi pohon baru,” kata Ibu. Lulu tersenyum: ternyata perjalanan mencari makan juga membantu hutan bertumbuh.

Tetangga di antara daun

Lulu mengamati burung enggang, kupu-kupu, bunga, dan buah di hutan Kalimantan yang rimbun.

Lulu lalu melihat kupu-kupu menari di sekitar bunga dan burung-burung berpindah di antara pepohonan. Ada banyak tetangga di hutan, masing-masing punya cara hidup sendiri. Pohon menyediakan makanan dan tempat berlindung, sementara hewan membantu kehidupan hutan terus berputar.

Hutan yang perlu dijaga

Dari kanopi yang teduh, Lulu dan ibunya melihat bagian hutan yang terbuka jauh di kejauhan.

Dari dahan tinggi, Lulu melihat sebuah bagian hutan yang terbuka jauh di kejauhan. Ibu mengajaknya tetap di area yang rimbun. Jika hutan terpecah menjadi bagian-bagian yang berjauhan, satwa lebih sulit menemukan makanan dan tempat tinggal. Lulu berharap pepohonan tetap tersambung.

Menanam untuk masa depan

Warga dan seorang anak menanam bibit pohon lokal di area terbuka, jauh dari orangutan yang terlihat di kanopi.

Di tempat lain, warga menanam bibit pohon lokal di lahan terbuka. Mereka bekerja dengan tenang dan mengamati satwa dari jauh. Anak bernama Sari belajar bahwa orangutan adalah satwa liar: kita tidak perlu mendekati atau memberinya makan. Menjaga hutan dan memberi ruang adalah cara yang lebih baik untuk membantu.

Jalur hijau tumbuh kembali

Pohon-pohon muda tumbuh menjadi jalur hutan yang tersambung dan Lulu bergerak melewati kanopinya.

Musim berganti. Bibit-bibit tumbuh menjadi pohon muda dan perlahan menyambung dengan hutan di sebelahnya. Lulu yang makin besar dapat bergerak melewati tajuk hijau. Burung dan kupu-kupu kembali terlihat di antara daun. Hutan yang sehat menyediakan ruang bagi kehidupan untuk terus berkembang.

Cerita yang terus tumbuh

Lulu yang kini lebih dewasa beristirahat bersama anaknya di sarang daun saat senja di hutan Kalimantan.

Saat senja tiba, Lulu merangkai ranting untuk membuat sarang malamnya sendiri. Ia sudah mengenal banyak pohon, buah, dan suara tetangga hutan. Di bawah langit Kalimantan, hutan menyimpan cerita yang panjang: pohon memberi makan, satwa menyebarkan biji, dan manusia dapat ikut menjaga rumah bersama ini.

Sumber: BOS Foundation — FAQ Orangutan · WWF Indonesia — Seruan Panjang Orangutan

Jelajahi cerita lainnya