
Raka dan Biji yang Menjelajah Hutan
Ikuti rangkong badak melintasi tajuk, mencari buah, dan membantu hutan menumbuhkan pohon baru
Usia 6–10 tahun · 7 menit · 25 adegan
Pagi di atas tajuk

Pagi menyinari tajuk hutan Kalimantan. Raka, rangkong badak muda, membuka sayapnya dan menyapa angin dari dahan tinggi.
Paruh yang istimewa

Di atas paruhnya tumbuh cula berwarna kuning jingga. Bentuknya tampak kokoh, tetapi bagian dalamnya ringan.
Panggilan dari kejauhan

Terdengar panggilan dari balik pepohonan. Raka berhenti sejenak, lalu membalas untuk memberi tahu bahwa ia ada di sana.
Terbang di antara pepohonan

Raka mengepakkan sayap lebar, meluncur dari satu tajuk ke tajuk lain. Dari atas, ia mencari pohon yang sedang berbuah.
Buah merah di dahan

Aha, buah matang bergelantungan di dahan. Raka memilih satu dengan paruhnya, lalu menelannya dengan hati-hati.
Menu hutan yang beragam

Buah menjadi makanan penting bagi Raka. Sesekali rangkong juga menyantap serangga kecil atau hewan mungil lain.
Perjalanan membawa biji

Setelah kenyang, Raka terbang cukup jauh. Biji dari buah yang dimakannya ikut menempuh perjalanan melintasi hutan.
Sebuah tempat baru

Di pohon lain, Raka hinggap untuk beristirahat. Ia memanggil temannya yang sedang mencari buah di dekat sungai.
Biji jatuh ke tanah

Di bawah pohon, sebuah biji jatuh ke tanah yang lembap. Hujan dan waktu membantu biji itu mulai tumbuh.
Tunas mungil

Hari demi hari, tunas mungil muncul. Ia mencari cahaya di antara daun kering dan akar yang menjalar.
Dahan yang aman

Raka dan pasangannya mencari pohon besar berlubang. Mereka membutuhkan tempat aman untuk membesarkan anak.
Rumah di dalam batang

Rangkong betina masuk ke lubang pohon. Ia akan tinggal di dalam selama masa bersarang, terlindung oleh batang yang kuat.
Pintu sarang ditutup

Pasangannya membantu menutup sebagian lubang dengan campuran lumpur dan bahan alami. Celah kecil tetap ada untuk menerima makanan.
Panggilan penjaga sarang

Raka berjaga di dahan dekat sarang. Ia bersuara saat pasangannya perlu tahu bahwa ia kembali membawa makanan.
Buah untuk keluarga

Raka bolak-balik membawa buah untuk keluarganya. Pohon-pohon di sekitarnya menyediakan makanan dan tempat berlindung.
Anak rangkong mengintip

Beberapa waktu kemudian, anak rangkong mengintip dari celah. Hutan yang tenang menjadi rumah pertamanya.
Suara kecil menyahut

Dari sarang terdengar suara kecil. Raka membalas dari dahan, lalu datang membawa buah untuk anaknya.
Hutan yang saling terhubung

Pepohonan yang saling tersambung memberi rangkong jalur untuk mencari makan, berpindah, dan kembali ke sarangnya.
Tajuk yang mulai terbuka

Di kejauhan, beberapa pohon besar telah hilang. Tanpa tempat bersarang dan makanan, perjalanan keluarga rangkong menjadi lebih sulit.
Menjaga pohon besar

Petugas hutan mencatat pohon sarang dari jalur aman. Mereka menjaga agar keluarga Raka tidak terganggu.
Panggilan dari dahan

Anak Raka berlatih mengepakkan sayap di dekat sarang. Panggilan lembut ayahnya menuntun ia tetap dekat.
Terbang pertama

Dengan satu kepakan berani, anak rangkong terbang ke dahan sebelah. Raka menunggu, memberi ruang untuk mencoba.
Belajar mencari buah

Raka mengajak anaknya mencari buah matang. Mereka bergerak pelan dan berhenti saat mendengar suara rangkong lain.
Benih menjadi pohon

Di bawah tajuk, tunas dari biji yang tersebar tumbuh semakin tinggi. Kelak, pohon itu dapat menyediakan buah lagi.
Penjelajah benih hutan

Raka dan anaknya terbang pulang saat senja. Dengan menjaga hutan dan pohon besar, kita ikut menjaga rumah rangkong.
Pesan dan fakta cerita
Rangkong badak hidup di hutan Asia Tenggara, termasuk sebagian wilayah Indonesia. Mereka memakan buah dan dapat membantu menyebarkan biji. Rangkong bersarang di lubang pohon besar; selama masa bersarang, betina berada di dalam lubang yang ditutup, sementara jantan mengantarkan makanan. Karena itu, pohon besar dan hutan yang terjaga penting bagi kehidupan rangkong.
Sumber: WWF Indonesia — Rangkong Badak · WWF Indonesia — Burung Rangkong dan penyebaran benih