
Mali dan Pasir yang Menyimpan Hangat
Petualangan anak maleo mengenal sarang pasir dan hutan Sulawesi
Usia 6–10 tahun · 3 menit · 10 adegan
Telur di pasir hangat

Di Sulawesi, sebutir telur besar tersimpan di pasir hangat. Di dalamnya, Mali mulai bergerak.
Hangat dari matahari dan bumi

Induk maleo menimbun telurnya. Panas matahari atau bumi menjaga sarang tetap hangat.
Cangkang mulai retak

Hari berganti. Cangkang bergetar, lalu retak. Mali menetas sendirian.
Menggali jalan ke atas

Mali menggali ke atas, melewati pasir yang runtuh pelan.
Halo, dunia!

Akhirnya, Mali muncul di bawah langit pagi. Ia berkedip melihat dunia luas.
Lari ke tempat teduh

Mali berlari menuju semak. Daun lebar menjadi tempatnya berlindung.
Mencari makan di tanah

Di lantai hutan, Mali mengais tanah mencari makan. Maleo mencari makan di permukaan tanah.
Suara dari hutan

Mali mendengar panggilan maleo lain. Sulawesi adalah rumah alami mereka.
Sarang yang aman

Sarang yang aman memberi telur waktu untuk menetas. Manusia bisa ikut menjaganya.
Rumah untuk maleo

Mali bersembunyi di balik daun. Menjaga hutan dan sarang membantu maleo terus hidup.
Pesan dan fakta cerita
Maleo adalah burung endemik Sulawesi. Telurnya dikubur di pasir atau tanah hangat, lalu menetas tanpa dierami induknya. Anak maleo menggali sendiri hingga keluar dan mencari makan di permukaan tanah.
Sumber: KSDAE — Manual Identifikasi dan Bio-Ekologi Spesies Kunci di Sulawesi · BirdLife — Maleo and Sulawesi nesting grounds