Pemantauan Lokasi Akses Infus Perifer untuk Perawat
· Diperbarui 2026-10-25 · 6 menit baca · Kesehatan & Keperawatan

Kateter intravena perifer perlu dinilai selama masih digunakan. Periksa lokasi dan kondisi balutan sesuai kebutuhan pasien serta kebijakan fasilitas. Tanyakan ketidaknyamanan kepada pasien, amati tanda lokal, dan hubungkan temuan dengan cairan atau obat yang sedang diberikan. Panduan ini membahas pemantauan, bukan instruksi pemasangan atau penggantian kateter.
1. Periksa indikasi dan kondisi akses
Pastikan akses masih diperlukan sesuai rencana terapi dan kebijakan unit. Perhatikan balutan tetap bersih, kering, melekat, serta memungkinkan area terlihat bila jenis balutan dirancang transparan. Ikuti prosedur kebersihan tangan dan pencegahan infeksi saat menyentuh sistem.
CDC menganjurkan evaluasi lokasi setiap hari melalui palpasi pada balutan utuh untuk menilai nyeri tekan dan inspeksi bila balutan transparan digunakan. Frekuensi penilaian tambahan mengikuti kondisi pasien, jenis terapi, serta protokol fasilitas.
2. Tanyakan keluhan dan amati tanda lokal
Tanyakan nyeri atau rasa tidak nyaman, lalu amati kemerahan, bengkak, perubahan suhu, kebocoran, balutan yang longgar atau basah, dan perubahan sepanjang vena. Bila ada tanda yang mengkhawatirkan atau perubahan fungsi akses, jangan menganggapnya sebagai masalah ringan tanpa penilaian lebih lanjut.
Ajarkan pasien untuk segera memberi tahu tim bila muncul nyeri, rasa terbakar, bengkak, kebocoran, atau perubahan pada lokasi. Penilaian tanda flebitis atau komplikasi lain mengikuti instrumen dan protokol fasilitas.
3. Tindak lanjuti perubahan sesuai jenis terapi
Bila dicurigai ada komplikasi, segera minta penilaian dan ikuti protokol fasilitas serta arahan tenaga kesehatan yang berwenang. Respons dapat berbeda menurut jenis cairan atau obat. Jangan melakukan flush, melepas akses, atau melanjutkan pemberian melalui lokasi yang dicurigai tanpa mengikuti instruksi dan prosedur komplikasi yang berlaku.
Jika ada kekhawatiran tentang laju cairan atau kondisi pasien, hubungkan dengan [pemantauan intake dan output](/artikel/pemantauan-intake-output-keperawatan) serta [pengkajian tanda vital](/artikel/pengkajian-tanda-vital-perawat) sesuai konteks klinis.
4. Jaga sistem dan komunikasi selama terapi
Periksa jalur selang dan sambungan secara visual sesuai prosedur; hindari tarikan, tekukan, atau manipulasi yang tidak diperlukan. Pastikan cairan dan laju pemberian sesuai instruksi yang tercatat. Bila instruksi, jalur, atau kondisi akses tidak jelas, hentikan asumsi dan klarifikasi melalui alur fasilitas.
Gunakan [komunikasi SBAR](/artikel/komunikasi-sbar-keperawatan-handover) untuk menyampaikan keluhan, jenis terapi, temuan lokasi, waktu perubahan, dan tindak lanjut yang dibutuhkan.
5. Dokumentasikan temuan dan tindakan
Catat waktu penilaian, kondisi lokasi dan balutan, keluhan pasien, cairan atau terapi yang relevan, tindakan sesuai protokol, pihak yang diberi tahu, serta respons pasien. Jika akses dihentikan atau dilepas sesuai instruksi, dokumentasikan alasan dan kondisi lokasi. Ikuti format rekam medis dan kebijakan fasilitas.
Untuk pemasangan dan pencegahan infeksi, baca juga [panduan pemasangan infus perifer](/artikel/cara-pasang-infus-untuk-perawat-pemula-step-by-step) dan [panduan cuci tangan](/artikel/panduan-cuci-tangan-ppi-pencegahan-infeksi-faskes).
Pertanyaan Umum (FAQ)
- Apakah lokasi infus harus diperiksa setiap hari?
- CDC merekomendasikan evaluasi lokasi harian; penilaian tambahan mengikuti keadaan klinis dan kebijakan fasilitas.
- Apa yang dilakukan bila area infus nyeri atau bengkak?
- Minta penilaian segera dan ikuti protokol komplikasi fasilitas. Langkahnya bergantung pada temuan serta jenis cairan atau obat yang diberikan.
Kesimpulan
Nilai kebutuhan akses, kondisi balutan dan lokasi, keluhan pasien, serta terapi yang diberikan. Laporkan perubahan, ikuti protokol komplikasi, dan dokumentasikan temuan serta tindak lanjut secara akurat.