Panduan Penilaian Triase IGD (ATS & ESI) untuk Perawat Gawat Darurat

· Diperbarui 2026-05-04 · 8 menit baca · Kesehatan

Panduan Penilaian Triase IGD (ATS & ESI) untuk Perawat Gawat Darurat

Triase (Triage) adalah proses pemilahan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berdasarkan tingkat keparahan penyakit dan kegawatdaruratan jalan napas, pernapasan, sirkulasi, serta kesadaran (ABCDE). Penguasaan sistem ATS (Australian Triage Scale) dan ESI (Emergency Severity Index) merupakan kompetensi inti perawat gawat darurat.

1. Prinsip Utama & Kode Warna Triase IGD

Dalam pelayanan gawat darurat, pasien ditangani berdasarkan tingkat kegawatan, bukan urutan kedatangan:

• MERAH (Resusitasi / Kritis Utama): Pasien dengan kondisi mengancam jiwa/organ vital yang butuh penanganan SEGERA (< 1 menit).

• KUNING (Emergency / Gawat Tidak Darurat): Pasien dengan kondisi berpotensi mengancam jiwa/organ jika tidak ditangani dalam 10–30 menit.

• HIJAU (Non-Emergency / Tidak Gawat Tidak Darurat): Pasien dengan kondisi ringan/subakut yang dapat menanti penanganan (60–120 menit).

• HITAM (Meninggal / DoA): Pasien yang datang dalam keadaan meninggal dunia (Death on Arrival) atau cedera berat yang tidak bisa diselamatkan.

2. Australian Triage Scale (ATS 1 hingga ATS 5)

Sistem ATS terbagi menjadi 5 kategori waktu respon maksimal:

1. ATS 1 (Segera / Immediat — 0 Menit):

- Kondisi: Henti jantung, henti napas, obstruksi total jalan napas, syok anafilaksis berat.

2. ATS 2 (Emergent — Respon Max 10 Menit):

- Kondisi: Nyeri dada khas infark miokard (STEMI), sesak napas berat (spO2 <90%), cedera kepala sedang dengan GCS 9-12.

3. ATS 3 (Urgent — Respon Max 30 Menit):

- Kondisi: Fraktur terbuka tanpa perdarahan masif, fraktur tertutup, hipertensi urgensi, nyeri perut hebat tanpa syok.

4. ATS 4 (Semi-Urgent — Respon Max 60 Menit):

- Kondisi: Trauma ringan, muntah/diare tanpa dehidrasi berat, mata kemasukan benda asing.

5. ATS 5 (Non-Urgent — Respon Max 120 Menit):

- Kondisi: Luka lecet ringan, ganti verban, permintaan resep ulang, batuk pilek tanpa sesak.

3. Sistem ESI (Emergency Severity Index)

Sistem ESI menggunakan alur algoritma 4 pertanyaan:

• ESI 1: Butuh intervensi penyelamatkan jiwa segera?

• ESI 2: Apakah pasien dalam situasi risiko tinggi, bingung/letargi, atau nyeri hebat?

• ESI 3: Berapa banyak sumber daya IGD (lab, rontgen, IV fluid, konsul) yang dibutuhkan? (>1 sumber daya + tanda vital stabil).

• ESI 4: Membutuhkan 1 sumber daya.

• ESI 5: Tidak membutuhkan sumber daya IGD (hanya resep/pemeriksaan fisik).

Tabel Kategori ATS (Australian Triage Scale)

Kategori ATSTingkat KegawatanWaktu Respon MaksimalContoh Kasus Klinis
ATS 1Mengancam Jiwa (Immediate)0 Menit (Seketika)Henti jantung, kejang berulang, syok anafilaksis
ATS 2Gawat Darurat (Emergent)10 MenitSTEMI, sesak napas berat, GCS 9-12, perdarahan hebat
ATS 3Darurat (Urgent)30 MenitFraktur tulang panjang, nyeri hebat skala 7-10
ATS 4Semi-Darurat (Semi-Urgent)60 MenitLuka robek butuh jahit ringan, demam tinggi tanpa kejang
ATS 5Tidak Darurat (Non-Urgent)120 MenitKontrol verban, imunisasi, konsultasi resep

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa yang berwenang melakukan Triase di IGD?
Triase IGD wajib dilakukan oleh Perawat Triase Terlatih yang memiliki sertifikasi BTCLS/ENLS dan berpengalaman klinis minimal 2 tahun di unit gawat darurat.
Apakah status triase pasien bisa berubah saat menunggu?
Ya, proses Re-triage (triase ulang) dilakukan secara berkala. Jika kondisi pasien memburuk saat menunggu di ruang transit, kategori triase dapat ditingkatkan (misal dari Kuning naik ke Merah).

Kesimpulan

Triase gawat darurat yang cepat dan akurat menyelamatkan nyawa pasien, mengoptimalkan penggunaan sumber daya IGD, dan mencegah angka kematian akibat penundaan terapi.

Artikel Terkait

Referensi

  1. Pedoman Pelayanan Gawat Darurat Kemenkes RI
  2. Australasian College for Emergency Medicine (ACEM)